| PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Rabu, 24 Juni 2009 22:34 |
|
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang an adanya proses kegiatan ekonomi dan perdagangan dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi. Hal ini turut memberikan pengaruh bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. Untuk itu, organisasi bisnis baik bisnis korporasi maupun sektor publik perlu meninjau ulang struktur dan strateginya untuk meningkatkan daya saing. Upaya peningkatan daya saing ini harus diperhatikan oleh kalangan pelaku bisnis maupun aparat birokrasi. Para pelaku bisnis sudah seharusnya mampu menciptakan inovasi secara berkelanjutan agar mampu mencapai tujuan bisnisnya. Sedan gkan dari segi birokrasi, dengan adanya perbaikan dalam sistem manajemen, aparatur yang profesional dan penggunaan teknologi secara umum mampu meningkatkan daya saing.. Untuk memenuhi kebutuhan akan peningkatan daya saing tersebut, penerapan Teknologi informasi yang tepat akan sangat berguna dalam suatu organisasi apabila direncanakan dengan baik dalam suatu Perencanaan Strategis untuk Sistem Informasi. Era globalisasi ekonomi di abad ke 21 ditandai dengan perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, seperti e-government, e-commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan,menyusun,menyimpan,memanipulasi data dalam bebagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang releven, akurat dan tepat waktu,yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis unutk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menhubungkan satu komputer dengan komputer yang lain sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani.Kemudian untuk propesi seperti sains, teknologi, pedagangan, berita bisnis, dan asosiasi propesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu,negara,ras,kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.
B. Rumusan Masalah Dari uraian di atas dapat dirumuskan suatu masalah yaitu : ”Bagaimana perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia”
C. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
D. Ruang Lingkup Materi
BAB II PEMBAHASAN
1. Perencanaan Sistem Informasi Dalam suatu organisasi atau perusahaan, apabila akan dilakukan perubahan secara komprehensif dalam hal manajerial perusahaan maka harus melakukan tahapan-tahapan evaluasi yang meliputi proses perencanaan, analisis internal dan eksternal, menganalisis kebutuhan bisnis dan menentukan strategi bisnis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Melalui beberapa tahapan ini, akan dihasilkan suatu Perencanaan Strategis Sistem Informasi yang berguna untuk mendukung proses bisnis, mengatasi kendala yang ada, memanfaatkan peluang dan menghadapi pendatang baru dalam bisnis bagi suatu organisasi dan perusahaan. Saat ini Sistem Informasi di Indonesia tengah berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya peran Teknologi Informasi dalam mendukung kegiatan-kegiatan baik perekonomian maupun strategi dalam penyelenggaraan pembangunan yang lainnya. Dengan adanya Sistem Informasi tersebut, maka akan mendukung kinerja dengan meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas bagi suatu organisasi atau perusahaan. Dalam hal ini, Sistem Informasi digunakan untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah mengingat adanya perubahan paradigma menuju desentralisasi di berbagai aspek pembangunan. Bahkan sekarang muncul istilah e-Government yang merupakan bentuk pemanfaatan teknologi Informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain, baik masyarakat, kalangan bisnis maupun sesama pemerintah. Mengubah sistem kerja internal institusi pemerintah tidak semudah perusahaan swasta yang lebih luwes dalam mengadopsi teknologi dan melakukan penyesuaian. Banyak kendala yang dihadapi khususnya ketersediaan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi. Saat ini yang paling populer telah diterapkan dalam impelementasi e-government yaitu layanan website atau situs internet yang dikelola secara sektoral oleh dinas-dinas tertentu. Agar penerapan PSSI di Indonesia ini dapat dinilai layak untuk diterapkan, maka kunci suksesnya tergantung atas kepemimpinan atau e-leadership, kesiapan infrastruktur, kesinambungan informasi, kualitas sumber daya manusia serta dukungan dari masyarakat. Jika pada kenyataannya, saat ini berbagai hal yang menjadi prasyarat penerapan PSSI di dalam suatu organisasi masih dinilai belum layak, maka ada beberapa alternatif solusi yang dapat dikembangkan antara lain : · Keinginan yang kuat dan benar-benar untuk menerapkan PSSI, dalam arti PSSI digunakan bukan sekadar mengikuti trend melainkan memang dibutuhkan sebagai penunjang proses bisnis suatu perusahaan. · Menyiapkan kemampuan dan kebutuhan yang terkait dengan pengimplementasian PSSI yang meliputi sumber daya finansial yang cukup, tersedianya infrastuktur yang memadai serta tersedianya SDM yang kompeten. · Komitmen untuk menjalankan proses bisnis yang transparan dan jujur serta bertujuan untuk meningkatkan pelayanan. Pada prinsipnya teknologi informasi yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Organisasi tidak harus selalu memakai teknologi terbaru, selama kebutuhan organisasi terhadap teknologi informasi yang telah ada sudah dipenuhi. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang konstribusinya terhadap perusahan tidak signifikan. Walaupun demikian harus diakui teknologi dapat meningkatkan dinamika persaingan. Jika teknologi tersebut dapat meningkatkan performance kompetitor untuk memberi nilai tambah bagi konsumen, perusahaan tetap harus mempertimbangkan untuk mengadopsi teknologi yang lebih baru. Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, seringkali ''mendikte' kita, karena kompetitor telah mengadopsinya. Sehingga jika tidak ikut membeli terknologi informasi terbaru akan ''ketinggalan'' dalam memberi nilai tambah kepada konsumen. Namun perencanaan strategis tetap harus dilakukan,dan jika diperlukan dapat dilakukan adjustment tehadap perkembangan teknologi. Bagaimana pun sistem informasi yang terencana lebih baik dibandingkan tidak ada perencanaan sama sekali. Sebaiknya untuk perencanaan sistem informasi diterapkan cotingency plan. Perencanan sistem informasi memang dapat mempengaruhi, bahkan ''mengendalikan'' business strategic plan. Terutama untuk industri yang peka terhadap perkembangan teknologi informasi, seperti disektor jasa keuangan. Misalnya berkaitan dengan pemanfatan ATM. Strategi membuka banyak cabang bagi BCA, tergantikan sebagian dengan strategi menebar ATM. Karena investasi teknologi ini mahal menjadikan bank-bank yang berkompetisi bekerjasama untuk menggabungkan jaringannya melalui pola aliansi strategis. Misalnya Bank mega meyewakan ATM BCA untuk melayani nasabah. Tetapi di sektor lain yang kadarnya old economy-nya tinggi seperti perkebunan strategi tetap berada di bawah kendali strategi bisnis.
2. Domain Teknologi Informasi Efektifitas pemanfaatan Teknologi Informasi akan memberi kontribusi agar tugas-tugas dapat dilaksanakan dengan baik, yang diperoleh dengan memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menurunkan human error, seperti kelupaan, turunnya presisi karena kelelahan dan lain-lain. Teknologi Informasi juga membantu memaksimalkan cakupan pasar untuk penjualan dari jasa, serta memberi respon yang tepat kepada pelanggan, karena Teknologi Informasi dapat mendukung dalam penyimpanan data pelanggan, dan menjadi sumber informasi untuk dapat melayani pelanggan. Misalnya, pelanggan Fedex dapat memantau perjalanan kirimannya, sehingga mengurangi pertanyaan atau komplain oleh pelanggan. Faktor efisiensi merupakan domain lain yang harus diperhatikan dalam kontribusi terhadap perusahaan. Faktor efisiensi dalam penggunaan Teknologi Informasi akan memberi kontribusi akan menurunkan biaya produksi, karena Teknologi Informasi membantu perencanaan dalam mengalokasikan sumber daya yang ada, seperti PPIC, dan MRP. Dengan bantuan Teknologi Informasi dapat dibuat penjadwalan yang lebih baik. Dengan demikian tingkat sediaan akan menurun, jika perlu dapat memanfaatkan konsep JIT dan zero waste. Pemanfaatan Teknologi Informasi juga dapat meningkatkan sistem distribusi fisik, yang memakan biaya yang cukup besar dalam struktur harga produk. Misalnya, Fritto Lay dapat memantau stok produknya di setiap gerai, sehingga dapat mengantisipasi perminataan pasar di tingkat nasional maupun regional. Domain Teknologi Informasi lainnya adalah kontribusi dalam membantu perusahaan menjadi perusahaan yang kompetitif, dalam dinamika persaingan. Karena hanya perusahaan yang kompetitif yang mampu bertahan. Melalui bantuan Teknologi Informasi perusahaan dapat memantau perkembangan pasar dengan lebih baik. Beberapasoftware telah diciptakan untuk membantu riset pasar, menyusun langkah-langkah segmentasi, targeting, dan positioning. Jadi walaupun efektifitas penggunaan Teknologi Informasi dapat memberi kontribusi kepada perusahaan tetapi tidak dapat langgeng dan maksimal jika tidak disertai dengan efisiensi dan competitivenes. Pemanfaatan Teknologi Informasi, selalu dibandingkan kontribusinya agar perusahaan dapat berkompetisi, termasuk di dalamnya melakukan benchmarking.
3. Peran Teknologi Informasi Dalam Bidang Pendidikan (e-education) Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan Internet. Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004), beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan media teknologi informasi, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001) Namun dalam perkembangannya masih dijumpai kendala dan hambatan untuk mengaplikasikan sistem e-learning ini, antara lain : (a) Masih kurangnya kemampuan menggunakan Internet sebagai sumber pembelajaran; (b) Biaya yang diperlukan masih relatif mahal untuk tahap-tahap awal; (c) Belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui Internet dan (d) Belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu (Soekartawi, 2003). Selain kendala dan hambatan tersebut di atas, kelemahan lain yang dimiliki oleh sistem e-learning ini yaitu hilangnya nuansa pendidikan yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik, karena yang menjadi unsur utama dalam e-learning adalah pembelajaran. Maka dengan melihat kelemahan dan kekurangan tersebut, para ahli berusaha menjawab fenomena ini dengan mengembangkan sistem e-education. Sistem ini telah didiskusikan secara aktif pada beberapa dekade terakhir ini. Pengembangan sistem e-education ini telah memberi inspirasi untuk mengembangkan e-media secara optimal guna percepatan pemerataan layanan pendidikan kepada masyarakat (Oetomo dan Priyogutomo, 2004). Dimana selain masyarakat memperoleh pendidikan melalui pendidikan formal, juga didukung oleh pendidikan melalui e-media, sebagai wujud dari pendidikan yang mandiri. e-Education dengan pemanfaatan e-media, juga ditujukan untuk mengatasi persoalan elearning, dimana e-media dapat dijadikan alternative terdekat jika tidak ada koneksi ke Internet. Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama. Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya. Secara sederhana dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik. Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet. Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge). .Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya. Sistem Pendidikan Jarak Jauh Pada pembangunan sistem perlu diperhatikan tentang disain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif. Disain dan pengembangan sistem. proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh, terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik dosen dan mahasiswa, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan mahasiswa selama dalam proses berjalan. Interactivity. Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan lingkungan pendidikan, dan antara mahasiswa. Active learning. Partisipasi aktif peserta pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Visual imagery. Pembelajaran lewat televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penseleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas. Komunikasi yang efektif. Desain instruksional dimulai dengan mengerti harapan pemakai, dan mengenal mereka sebagai individual yang mempunyai pandangan berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keingingan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif. Audio Conferencing Group Conferencing Pendidikan Jarak Jauh Secara Online Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Faktor utama dalam Pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online. Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri. Dari Sudut Pandang Dosen, solusi pendidikan online ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut: · Mudah digunakan ? · Memungkinkan pembuatan bahan kuliah online dan kelas online dengan cepat dan mudah ? · Hanya memerlukan pelatihan minimal ? · Memungkinkan pengajaran dengan cara mereka sendiri ? · Memungkinkan mereka mengendalikan lingkungan pengajaran Dari Sudut Pandang Mahasiswa Dari sudut mahasiswa yang dicari adalah ? · Fleksibilitas dalam mengambil mata kuliah ? · Bahan kuliah yang lebih kaya dibandingkan yang didapat di kelas ? Berjalan di komputer yang sudah mereka miliki ? · Menyertakan kolaborasi antarmahasiswa seperti cara tradisional ? Mencakup konsultasi dengan dosen, diskusi kelas, teman belajar, dan proyek-proyek bersama. Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Secara Online Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan tradisional yang dilakukan saat ini, para mahasiswa dan dosen bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Kemampuan mahasiswa untuk tetap menjaga konektivitas menentukan bagi kesinambungan suatu sistem pendidikan jarak jauh. Apabila kita umpamakan suatu pendidikan jarak jauh berbasis web sebagai suatu community maka di dalamnya harus dapat memfasilitasi bertemunya atau berinteraksinya mahasiswa dan dosen. Agak sulit memang untuk memindahkan apa yang biasa dilakukan oleh dosen di depan kelas kepada suatu bentuk web yang harus melibatkan interaksi berbagai komponen di dalamnya. Adanya sistem ini membuat mentalitas dosen dan mahasiswa harus berubah, perbedaan karakteristik dosen dalam mengajar tidak tampak dalam metode ini. Seperti layaknya sebuah perguruan tinggi, metode ini juga harus mampu memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa. Informasi itu harus selalu dapat diakses oleh siswa dan dosen serta selalu diperbaharui setiap waktu. Informasi yang sering dibutuhkan itu berupa silabus kuliah, jadwal kuliah, pengumuman, siapa saja peserta kuliah, materi kuliah dan penilaian atas prestasi siswa. Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut : · Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya. · Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya. · Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya · Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning · Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database. · Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web. Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material. Pendidikan Secara Online di luar negeri Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Dari sisi Teknologi informasi; dunia Internet memungkinkan perombakan total konsep-konsep pendidikan yang selama ini berlaku. Teknologi informasi & telekomunikasi dengan murah & mudah akan menghilangkan batasan-batasan ruang & waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan. Beberapa konsekuensi logis yang terjadi antara lain adalah: (1) Mahasiswa dapat dengan mudah mengambil matakuliah dimanapun di dunia tanpa terbatas lagi pada batasan institusi & negara; (2) Mahasiswa dapat dengan mudah berguru pada orang-orang ahli / pakar di bidang yang diminatinya. Cukup banyak pakar di dunia ini yang dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan yang datang; (3) Kuliah bahkan dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa tergantung pada universitas tempat si mahasiswa belajar. Artinya konsep universitas terbuka akan semakin membaur dalam universitas tradisional. Tinggal masalah akreditasi dari kuliah yang diambil di universitas di manca negara melalui Internet untuk di akui sebagai bagian dari kredit untuk kesarjanaannya di universitas lokal. Konsekuensi yang akan terjadi adalah pergeseran nilai-nilai kuliah yang tadinya sangat rigid & harus diambil di universitas lokal menjadi terbuka untuk diambil dari universitas lain di dunia. Seperti teknologi lain yang telah hadir ke muka bumi ini, TI juga hadir dengan dialektika. Selain membawa banyak potensi manfaat, kehadiran TI juga dapat membawa masalah. Khususnya Internet, penyebaran informasi yang tidak mungkin terkendalikan telah membuka akses terhadap informasi yang tidak bermanfaat dan merusak moral. Karenanya, penyiapan etika siswa juga perlu dilakukan. Etika yang terinternalinasi dalam jiwa siswa adalah firewall terkuat dalam menghadang serangan informasi yang tidak berguna. Masalah lain yang muncul terkait asimetri akses; akses yang tidak merata. Hal ini akan menjadikan kesenjangan digital (digital divide) semakin lebar antara siswa atau sekolah dengan dukungan sumberdaya yang kuat dengan siswa atau sekolah dengan sumberdaya yang terbatas (lihat juga Lie, 2004). Untuk masalah kesenjangan ini, semua pihak (e.g. pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia pendidikan, dan industri) dapat mulai memikirkan program untuk meningkatkan dan memeratakan aksesterhadap teknologi informasi di dunia pendidikan. Program yang difasilitasi oleh Sekolah2000 (www.sekolah2000.or.id) dengan membagikan komputer layak pakai ke sekolah-sekolah adalah sebuah contoh menarik. Tentu saja program seperti ini harus diikuti dengan penyiapan infrastruktur lain seperti listrik dan telepon. Terakhir, dengan atau tanpa TI, sudah seharusnya dunia pendidikan Indonesia selalu berbenah untuk selalu menjadi lebih baik demi anak-anak bangsa. Hal ini dapat dilakukan, di antaranya, dengan membuka akses seluasnya-luasnya untuk mengikuti pendidikan dan meningkatkan iklim demokratis dalam proses pembelajaran dengan memberikan kendali yang lebih besar kepada siswa.
4. Peran Teknologi Pendidikan dalam Bidang Pemerintahan
Berkaitan dengan peran teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good government) sebagian besar departemen/ institusi tampaknya akan memerlukan waktu untuk mempersiapkan diri. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pemanfaatan teknologi informasi di sebagian besar departemen/institusi seperti pada kasus-kasus berikut : · Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik, teknologi informasi masih dianggap sebagai alat “pengotomasi proses” yang diharapkan dapat mengurangi proses yang dilakukan secara manual dibanding sebagai alat yang dapat mengurangi birokrasi. · Dalam konteks partisipasi semua pihak untuk penyusunan kebijakan, teknologi informasi masih dianggap sebagai alat yang mempermudah pengumpulan informasi dibanding sebagai alat yang dapat membuka komunikasi dengan pihak luar seperti publik atau instansi lain. · Dalam konteks keterbukaan (transparansi) internal, teknologi informasi masih dianggap sebagai sarana penyedia akses dibanding sebagai sareana penyediaan informasi yang lebih spesifik seperti latar belakang suatu kebijakan misalnya. · Dalam konteks peningkatan kualitas suatu kebi akan teknologi informasi masih dilihat sebagai sarana untuk memperluas sumber informasi dan data dibanding sarana yang dapat menciptakan keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan. · Dari sisi evaluasi pemanfaatan teknologi informasi kondisinya dapat dikatakan memprihatinkan dengan masih adanya beberapa departemen/institusi yang tidak pernah melakukan audit penerapan teknologi informasi kalau pun ada sebagian besar pelaksanaannya masih bersifat ad-hoc. Jika ditelaah lebih lanjut, jenis audit penerapan teknologi informasi yang sering dilakukan lebih merupakan audit non-finansial dibanding audit finansial. Hal ini menunjukkan aspek efektifitas penerapan teknologi informasi lebih mendapatkan perhatian dibandingkan aspek efisiensinya. Selain itu, tanggapan departemen/institusi atas keterkaitan audit manajemen dengan audit teknologi informasi amat rendah, baik yang menyatakan terkait maupun yang menyatakan tidak terkait. Hal ini perlu diakui lebih lanjut karena tanggapan ini tidak mendukung kesimpulan sebelumnya, yaitu sebagian besar departemen/institusi menyatakan adanya keselarasan visi dan misi institusi dengan penerapan teknologi informasinya. Seperti halnya pada pemahaman akan tingkat pemanfaatan teknologi informasi, “concern” sebagian besar departemen/institusi pemerintah dengan adanya kebijakan nasional lebih tertumpu pada adanya aturan tata cara akses informasi oleh pihak luar/publik dibanding pada adanya panduan bagaimana departemen/institusi harus menempatkan teknologi informasi untuk review, monitor dan evaluasi. E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government). Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak penggunan lainnya. Upaya percepatan penerapan e- Government, masih menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya. Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. Namun berdasarkan Inpres, pembangunan sistem informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi sampai tahun 2005 mendatang. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan departemen.
5. Pelayanan Dan Sumber Informasi Pada Internet Sejalan dengan meningkatnya peranan informasi dalam bisnis maupun teknologi, akses terhadap sumber dan jaringan informasi menjadi semakin penting bagi para profesional. Internet adalah jaringan informasi komputer mancanegara yang berkembang sangat pesat dan pada saat ini dapat dikatakan sebagai jaringan informasi terbesar di dunia, sehingga sudah seharusnya para profesional mengenal manfaat apa yang dapat diperoleh melalui jaringan ini. Berikut ini beberapa layanan yang umum digunakan oleh pengguna Internet : www (World Wide Web) Layanan WWW merupakan layanan internet yang paling dikenal. dengan layanan ini Anda bisa menikmati berbagai situs web di dunia. Layanan ini disediakan oleh protokol yang dinamakan HTTP (HyperText Transfer Protocol) Email (Electronic Mail) Ini adalah layanan penyampaian pesan lewat jaringan internet. Mirip seperti surat-menyurat lewat pos. Bedanya, e-mail tidak membutuhkan perangko dan petugas pos. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah program e-mail seperti Outlook dan Outlook Express. Atau dapat juga memanfaatkan fasilitas secara online, yaitu e-mail berbasis Web. Kita perlu akses internet dan membuat akun yang dilindungi oleh password. Dalam e-mail, sebuah alamat dilengkapi dengan simbol @ (dibaca at dalam bahasa Inggris) yang memisahkan nama pengguna dengan nama domainnya. Kita dapat menyimpan alamat-alamat e-mail teman ke dalam address book yang telah tersedia, dan berkirim surat elektronik pada mereka. Fasilitas ini jauh lebih mudah, murah dan cepat jika dibandingkan dengan pengiriman surat manual lewat jasa Pos. IRC (Internet Relay Chat) IRC anda gunakan ketika melakukan chatting lewat Internet. Dengan IRC Anda bisa bercakap-cakap dengan teman Anda yang berada di tempat yang jauh FTP (File Transfer Protocol) Melalui FTP, Anda bisa mengirimkan file-file Anda ke komputer yang sangat jauh lewat Internet. Anda bisa juga mengambil file-file dari komputer yang jauh tersebut. Sebuah file dapat berisi dokumen, grafik, program komputer, bahkan video maupun suara yang terekam secara digital. FTP menentukan standar-standar dalam mentransfer file dengan upload dan download. Upload juga dikenal dengan nama "unggah", sedangkan download memiliki nama lain "unduh". File yang ditransfer dapat berupa file gambar, teks, video dan lainnya. Terdapat suatu situs FTP yang berisi tentang file-file yang diam dalam suatu server. Banyak diantara situs-situs tersebut yang memiliki FTP anonim, dimana semua orang dapat melakukan transfer file. Namun ada juga yang membatasi file transfer hanya oleh mereka yang memiliki akun yang terotorisasi (dilengkapi password) pada server FTP itu. Pada prinsipnya, seseorang yang akan mengakses informasi di Internet harus menghubungkan komputernya dengan jaringan Internet melalui modem dan telepon. TELNET (Remote Login) Telnet digunakan sebagai mekanisme untuk memasuki komputer lain sebagai pengguna. Ketika Anda melakukan telnet ke komputer lain. Anda sebenarnya telah memasuki sistem komputer tersebut sebagai penggunaan resmi. Dengan fasilitas ini seorang dapat mengakses program/aplikasi di komputer lain. Misalnya seorang mahasiswa di universitas A dapat menjalankan aplikasi komputer yang terdapat di universitas B tanpa harus datang ke kampus universitas B apabila komputer di universitas A dan B saling berhubungan menggunakan TCP/IP. USERNET Usernet merupakan layanan berupa pengiriman email ke suatu grup diskusi yang memiliki topik diskusi tertentu. Newsgroup Di sini merupakan area diskusi online bagi pengguna tentang objek-objek tertentu. Kita dapat bergabung dengan group ini dan mengirim pesan untuk ditanggapi oleh anggota lain. Ada juga yang mengharuskan kita untuk registrasi dulu untuk mendapatkan username dan password. Atau ada juga newsgroup yang khusus untuk komunitas tertentu. Misalnya mahasiswa matakuliah tertentu yang dilengkapi dengan nama dan sandi mereka sendiri, akan dapat memasuki area diskusi sehingga pihak lain tidak dapat ikut campur dalam kuliah mereka. Biasanya kita menggunakan program Newsreader untuk berpartisipasi di dalamnya. Namun ada juga kelompok diskusi yang tidak membutuhkan fasilitas ini. Mereka menggunakan Message Board (papan pesan) yang relatif lebih mudah digunakan. Milis (Mailing List) Milis adalah kelompok alamat e-mail yang memiliki suatu nama tunggal, yang menyatukan mereka dalam kelompok diskusi. Jika salah seorang anggota mengirim e-mail pada milis, maka otomatis seluruh anggota akan menerimanya. Biasanya dikelola oleh orang-orang yang memiliki kesamaan tertentu, misalnya kesamaan institusi, atau kesamaan hobi. Chatting Chatting atau mengobrol, berarti melakukan pembicaraan tertulis real-time (saat itu juga) dalam komputer. Chat Room adalah lokasi pada server internet yang menampung orang-orang yang sedang chatting. Jika Anda mengirim pesan pada chat room, maka semua orang yang ada di server akan dapat membaca pesan Anda dan membalasnya secara langsung. Mirip seperi mengoblor di dunia nyata. Ada juga yang dapat dilakukan lewat video sehingga kita dapat melihat lawan bicara kita di ujung sana. Untuk dapat dilihat dan didengar, kita membutuhkan headset dan webcam. Jika ingin melakukan chatting, kita harus memiliki program chat-client yang beberapa dapat diunduh gratis dari net. Lalu terhubung ke chat server dan mengobrol sampai tangan pegal. Instant Messaging Layanan real-time ini memungkinkan kita melihat status dari orang lain, apakah online atau tidak. Jika online, kita dapat berbicara dengannya lewat audio dan video atau hanya sekedar mengirim pesan. Agar IM dapat berjalan, kesua belah pihak haruslah sama-sama online. Kita mungkin membutuhkan software messenger untuk melakukannya. VoIP (Voice over Internet Protocol) Disebut juga Telepon Internet. Artinya kita dapat menelpon lewat jaringan internet alih-laih lewat jaringan telepon biasa. Kita membutuhkan sambungan internet berkecepatan tinggi untuk dapat melakukan Voice over IP ini. Biaya yang dibutuhkan juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan telepon biasa. Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke Internet. Berikut ini hanyalah sebagian dari apa yang tersedia di Internet : · Informasi untuk kehidupan pribadi : Kesehatan, Rekreasi, Hobby, Pengembangan Pribadi, Rohani, Sosial. · Informasi untuk kehidupan profesional/Pekerja : Sains, Teknologi, Perdagangan, Saham. Komoditas, Berita Bisnis, Asosiasi Profesi, Asosiasi Bisnis, Berbagai Forum Komunikasi. Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan Internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat Internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu. Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan Internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
BAB III PENUTUP / KESIMPULAN
Ø Efektifitas pemanfaatan Teknologi Informasi yang akan memberi kontribusi. Ø Faktor efisiensi dalam penggunaan Teknologi Informasi akan memberi kontribusi akan menurunkan biaya produksi, karena Teknologi Informasi membantu perencanaan dalam mengalokasikan sumber daya yang ada, seperti PPIC, dan MRP. Ø Kontribusi dalam membantu perusahaan menjadi perusahaan yang kompetitif, dalam dinamika persaingan 4. Peran teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good government) sebagian besar departemen/ institusi tampaknya sangat memerlukan waktu untuk mempersiapkan diri. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pemanfaatan teknologi informasi di sebagian besar departemen/institusi seperti pada kasus-kasus berikut : · Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik, teknologi informasi masih dianggap sebagai alat “pengotomasi proses” yang diharapkan dapat mengurangi proses yang dilakukan secara manual dibanding sebagai alat yang dapat mengurangi birokrasi. · Dalam konteks partisipasi semua pihak untuk penyusunan kebijakan, teknologi informasi masih dianggap sebagai alat yang mempermudah pengumpulan informasi dibanding sebagai alat yang dapat membuka komunikasi dengan pihak luar seperti publik atau instansi lain. · Dalam konteks keterbukaan (transparansi) internal, teknologi informasi masih dianggap sebagai sarana penyedia akses dibanding sebagai sareana penyediaan informasi yang lebih spesifik seperti latar belakang suatu kebijakan misalnya. · Dalam konteks peningkatan kualitas suatu kebi akan teknologi informasi masih dilihat sebagai sarana untuk memperluas sumber informasi dan data dibanding sarana yang dapat menciptakan keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan. · Dari sisi evaluasi pemanfaatan teknologi informasi kondisinya dapat dikatakan memprihatinkan dengan masih adanya beberapa departemen/institusi yang tidak pernah melakukan audit penerapan teknologi informasi kalau pun ada sebagian besar pelaksanaannya masih bersifat ad-hoc. 5. Berikut ini beberapa layanan yang umum digunakan oleh pengguna Internet : · www (World Wide Web) Layanan WWW merupakan layanan internet yang paling dikenal. dengan layanan ini Anda bisa menikmati berbagai situs web di dunia. · Email (Electronic Mail) Ini adalah layanan penyampaian pesan lewat jaringan internet. Mirip seperti surat-menyurat lewat pos. · IRC (Internet Relay Chat) IRC anda gunakan ketika melakukan chatting lewat Internet. Dengan IRC Anda bisa bercakap-cakap dengan teman Anda yang berada di tempat yang jauh · FTP (File Transfer Protocol) Melalui FTP, Anda bisa mengirimkan file-file Anda ke komputer yang sangat jauh lewat Internet. Anda bisa juga mengambil file-file dari komputer yang jauh tersebut. · TELNET (Remote Login) Telnet digunakan sebagai mekanisme untuk memasuki komputer lain sebagai pengguna. Dengan fasilitas ini seorang dapat mengakses program/aplikasi di komputer lain. · USERNET Usernet merupakan layanan berupa pengiriman email ke suatu grup diskusi yang memiliki topik diskusi tertentu. · Newsgroup Di sini merupakan area diskusi online bagi pengguna tentang objek-objek tertentu. Kita dapat bergabung dengan group ini dan mengirim pesan untuk ditanggapi oleh anggota lain. · Milis (Mailing List) Milis adalah kelompok alamat e-mail yang memiliki suatu nama tunggal, yang menyatukan mereka dalam kelompok diskusi. Jika salah seorang anggota mengirim e-mail pada milis, maka otomatis seluruh anggota akan menerimanya. · Chatting Chatting atau mengobrol, berarti melakukan pembicaraan tertulis real-time (saat itu juga) dalam komputer. Chat Room adalah lokasi pada server internet yang menampung orang-orang yang sedang chatting. · Instant Messaging Layanan real-time ini memungkinkan kita melihat status dari orang lain, apakah online atau tidak. Jika online, kita dapat berbicara dengannya lewat audio dan video atau hanya sekedar mengirim pesan. Agar IM dapat berjalan, kedua belah pihak haruslah sama-sama online. Kita mungkin membutuhkan software messenger untuk melakukannya. · VoIP (Voice over Internet Protocol) Disebut juga Telepon Internet. Artinya kita dapat menelpon lewat jaringan internet alih-laih lewat jaringan telepon biasa. Kita membutuhkan sambungan internet berkecepatan tinggi untuk dapat melakukan Voice over IP ini.
DAFTAR PUSTAKA Argono, Anton, Tri. Perencanaan Strategis Sistem Informasi Perusahaan. dikutip Agustus 2007. [Online] Available: http://www.sbu.com/
http://teknologipendidikan.com/
http://trilogy.wordpress.com/2007/02/17/layanan-internet/ Uno, B. Hamzah dan Lamatenggo, Nina: Teknologi Komunikasi & Informasi Pendidikan; Nurul Jannah; Gorontalo, 2008 |
| LAST_UPDATED2 |


