Selamat Datang
201 WARGA IKUT UJIAN PAKET C PDF Cetak Email
Ditulis oleh zulkifli mohi, S.Pd   
Selasa, 23 Juni 2009 11:49

 SKB LIMBOTO GELAR UJIAN DI GEDUNG TSANAWIYAH

 Ujian akhir bagi warga belajar paket C SKB Limboto untuk tahun 2009 kembali digelar sejumlah 201 warga belajar yang berasal dari 7 Kecamatan yang merupakan diwilayah SKB Limboto secara resmidibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi Drs. Yusuf Hida yang ditandai dengan pembukaan sampul perdana yang bertempat di Gedung Sekolah Madrasyah Tsanawiyah Limboto.Selasa 23/06

 
 
Yusuf Hida dalam penjelasannya mengatakan bahwa pelaksanaan ujian Nasional Paket C harus dilakukan sesuai tata aturan yang berlaku pada lembaga sehingga akan terlaksana dengan sukses aman dan tertib tanpa harus berurusan dengan berbagai permasalahan yang semestinya tidak terjadi. Paket C sebagai bagian target program pemerintah diharapkan pula mampu melahirkan lulusan yang trampil.

Menindak lanjuti hal tersebut Kepala SKB Limboto Widiyanto Taniu saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya jauh sebelumnya telah melaksanakan hal tersebut dimana pelaksanaan ujian paket C saat ini telah merujuk pada aturan yang baru yang dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan yang bernomor 0015/SK-Pos/BSNP/V/2009 tetang prosedur operasi tandar (POS) ujian Nasional untuk Program Paket A, Paket B, dan Paket C tahun 2009.
Widi mengungkapkan bahwa dalam aturan tersebut secara sepitas menyimpulakan bahwa pelaksanaan ujian nasional paket C harus dilakukan secara silang penuh yaitu silang lembaga dan silang mata pelajaran dengan pengertian bahwa lembaga yang menyelenggarakan pendidikan paket A,B dan C tidak perbolehkan untuk menyelenggarakan Ujian Nasional di Lembaganya sendiri tetapi harus melaksanakannya di lembaga pendidikan lain, demikian pula bagi pamong mata pelajaran tidak diperbolehkan untuk mengawas mata pelajaran yang diajarkannya sehingga terjadi saling bersilang penuh. Selain itu pula terdapat perubahan istilah dari ujian Nasional Kesetaraan menjadi ujian nasional Paket A,B dan C “Sesuai aturan yang ada pula baik seluruh peserta maupun pengawas tidak diperbolehkan untuk membawa HP, dan dikumpukan tersendiri selama pelaksanaan ujian berlangsung “tukas Widi
Meyinggung mengenai jumlah peserta tersebut Widi menguraikan dari total 201 peserta berasal dari PKBM Harapan Indah 20 orang, PKBM Pantungo Raya 22 Orang, PKBM Serimpi 63 Orang, Pesantren Al-Falah 10 warga, sementara dari SKB Sendiri terdapat sejumlah 78 peserta yang masing-masing terbagi atas 68 reguler sementara yang berasal dari formal tidak lulus ujian berjumlah 10 orang.

LAST_UPDATED2