Selamat Datang
SKB TERAPKAN PENDATAAN BERBASIS DASAWISMA PDF Cetak Email
Ditulis oleh Zulkifli Mohi, S.Pd   
Senin, 27 April 2009 20:28

Pendataan sasaran pendidikan Non formal dan PTK-PNF Tahun 2009 di SKB Limboto Kabupaten Gorontalo dua pekan terakhir di bulan April 2009 sudah mulai dilaksanakan. Untuk memperoleh data yang rasional dilapangan sesuai kebijakan Kepala SKB Limboto pendataaan dilakukan dengan sisitim pendataan berbasis dasawisma, pendataan melalui kerjsama dengan dasawisma TP. PKK Kabupaten Gorontalo

Kepala SKB Limboto Widiyanto Taniu, S.Ag dalam penjelasannya mengatakan bahwa kebijakan yang ditempuhnya tersebut memiliki alasan yang jelas dimana PKK Kabupaten Gorontalo saat ini memiliki data yang sangat akurat yang baru saja digelar secara bergiliran di 17 Kecamatan se-Kabupaten Gorontalo dengan sistim pendataan langsung a dalam pemerintahan

melibatkan dasawisma golongan masyarakat akar rumput yang lebih tahu mengenai kondisi dilingkungannya. Data yang disajikan pun telah di akui oleh pemerintah daerah karena menyajikan bukan saja sektor Pendidikan Non formal dan formal juga seluruh sektor yang ad

Menurut Widiyanto keakuratan data tersebut yang diandalkan oleh SKB untuk melakukan sasaran PNF dan PTK PNF kali ini. Namun menurutnya bukan berarti tenaga pendataan SKB Limboto tidak berkerja, tatapi bersama dasawisma sendiri dilakukan review peninjauan kembali keberadaan sesuai data yang ada.

Adapun mekanisme pelaksanaannya setiap Pamong memperoleh jatah satu kecamatan sekaligus dengan jumlah anggaran pendataan sesuai porsi tergantung pada jumlah desa masing-masing Kecamatan. Meraka yang diberikan tanggung jawab turun langsung bersama dasawisma, meninjau kembali data yang ada dengan melakukan pengecekan lansung dilapangan.

Sehingganya dengan kerjasama tersebut diharapkan dapat memberikan efektifitas waktu dan validitas data yang tinggi.”dengan melibatkan masyarakat dalam hal ini dasawisma bukan saja dalam proses pendataan, tetapi juga dalam proses penyelenggaraan PNF, sehingga masyakakat juga merasa memiliki pendidikan non formal itu sendiri” ungkap Widi

LAST_UPDATED2